Skip to content

Minggu, 2 Februari 2025 – Vic. Vicky Lwieka

KEADAAN MANUSIA ZAMAN AKHIR

Oleh : Vik. Vicky Lwieka

Saat ini, kehidupan manusia semakin bobrok. Salah satu contoh kejahatan ekstrem adalah kasus Junko Furuta, seorang gadis 17 tahun di Jepang yang disekap dan dibunuh oleh remaja berusia 16-18 tahun yang terlibat dalam Yakuza. Selama 40 hari, Furuta disiksa dengan kekejaman yang tak terbayangkan, termasuk dipaksa meminum air pipisnya sendiri, sebelum jasadnya ditemukan dalam drum berisi semen. Tidakkah saudara sadar betapa bobroknya hidup manusia sekarang?

  1. Keadaan Manusia pada Zaman Akhir

Keadaan manusia di zaman akhir semakin parah. Meskipun kejahatan sudah ada sejak dulu, media kini mengeksposnya lebih luas. Tetapi apakah orang-orang jahat ini hanya segelintir? Yang sampai melakukan kejahatan hatinya sampai tingkat sesadis kasus Junko mungkin beberapa persen, orang-orang yang lakukan kriminalitas dan kejahatan pada umumnya tentu lebih banyak, tetapi yang hatinya jahat jauh-jauh lebih banyak lagi, bahkan semua manusia tanpa terkecuali. Ada ciri-ciri manusia di hari-hari terakhir, berdasarkan 2 Timotius 3:

1. Cinta Diri Sendiri: Manusia yang tidak mencintai Tuhan akan mencintai diri sendiri. Budaya narsistik semakin meningkat dengan adanya media sosial yang mendorong orang untuk pikirkan diri mereka sendiri. 2. Menjadi Hamba Uang: Revolusi industri mengubah cara orang menjadi kaya, mendorong budaya konsumtif yang membuat banyak orang bekerja keras untuk memenuhi gaya hidup tinggi. Karena lifestyle tinggi, kerja makin keras, dan sebaliknya, karena kerja makin keras, makin capek, makin ingin menikmati hidup, lifestyle makin tinggi. Sibuk kerja dan nikmati hidup hingga melupakan Tuhan. 3. Membual dan Menyombongkan Diri: Budaya pamer di media sosial membuat orang mengukur nilai diri dari popularitas. 4. Berontak Terhadap Orang Tua: Banyak anak dibentuk melawan orang tua karena mereka dimanjakan atau didisiplin dengan melampiaskan amarah. Mereka tidak mau taat karena lihat orang tua pun tidak mau taat kepada Tuhan. Banyak orang tidak menghargai otoritas, orang tua, guru, hamba Tuhan, pemerintah. 5. Tidak Tahu Berterima Kasih: Hak asasi manusia sering kali ditekankan sampai ekstrem, mengabaikan tanggung jawab, sehingga manusia hanya menuntut dan tidak mengucap syukur. 6. Tidak Memedulikan Agama: Muncul tren spiritualitas tanpa agama, di mana orang percaya pada Tuhan tanpa mengikuti ajaran agama tertentu bahkan punya pemikiran “tidak usah terlalu beragama, yang penting berbuat baik” padahal agama bukan soal berbuat baik saja. 7. Tidak Tahu Mengasihi: Orang semakin tidak peka terhadap penderitaan orang lain karena pengaruh budaya nonton kekerasan jadi terbiasa kekerasan, dan nonton penderitaan tokoh jadi terbiasa iba tanpa bertindak. Mereka makin egois terjebak dalam hiburan dan kecanduan game. 8. Tidak Mau Berdamai: Lebih tepatnya tidak bisa dipuaskan. Banyak orang sulit memaafkan,  dan bergaul dengan orang lain karena tuntutan tinggi. 9. Suka Menjelekkan Orang: Media sosial menjadi sarana untuk menyebarkan kebencian dan fitnah. 10. Tidak Dapat Mengekang Diri, Garang, Tidak suka yang baik: Masyarakat semakin brutal, dan hal-hal yang dulu dianggap jahat kini dianggap baik. 11. Suka Mengkhianat: Perceraian dan ketidaksetiaan meningkat. Ketidaksetiaan menjadi hal yang biasa. 12. Tidak Berpikir Panjang: Hiburan instan membuat orang malas berpikir dan belajar, apa lagi pikir panjang ke depan tentang kehidupan setelah kematian dan penghakiman Tuhan. 13. Berlagak Tahu: Akses informasi yang mudah membuat orang merasa tahu dan tidak suka belajar dari orang lain padahal tidak tahu apa-apa dan perlu orang lain. 14. Mengikuti Hawa Nafsu: Manusia lebih mencintai diri dan hawa nafsunya daripada Tuhan. 15. Ibadah Tanpa Hati: Banyak orang menjalankan ibadah secara lahiriah tetapi tidak memiliki hubungan yang benar-benar mencintai dan menyembah Tuhan.

B. Keadaan Umat Tuhan

Keadaan yang demikian juga ditemukan bahkan di dalam gereja. Kehadiran orang-orang dengan ciri-ciri tersebut di gereja tidak berarti bahwa kekristenan tidak berfungsi. Kita bukan hanya dipengaruhi Injil tetapi juga sangat banyak terpengaruh oleh dunia. Jangan heran bertemu dengan orang dengan ciri-ciri sebelumnya di dalam gereja termasuk kita sendiri. Peran orang Kristen menjadi garam dan terang bagi dunia, bukan menghilangkan kebusukan tetapi menghambat kebusukan dan memperlihatkan kebobrokan dunia. Orang Kristen tidak dapat mengubah dunia, tetapi dapat memperlambat keburukan dengan memberitakan Injil. Jadi jangan heran ribuan tahun setelah kekristenan menyebar ke seluruh dunia, sampai sekarang dunia masih jahat. Hanya Yesus Kristus yang mampu mengubah dunia dari mati menjadi hidup, dari tinggal dalam gelap menjadi dalam terang. Orang Kristen adalah efek berantai dari apa Kristus perbuat. Meskipun banyak orang tidak bertobat, kita diharapkan untuk terus mengingatkan dan memberitakan Injil, menghambat keberdosaan dunia dan berharap Tuhan berkenan mengubah hati mereka.

C. Akhir Zaman dan Respons Kita

Paulus menulis tentang keadaan manusia di hari-hari terakhir pada tahun 65 M, menunjukkan bahwa kondisi ini sudah ada sejak lama dan akan terus memburuk. Zaman akhir dimulai sejak kedatangan Yesus dan peristiwa Pentakosta. Kita telah hampir 2000 tahun dalam zaman akhir, di mana kejahatan manusia semakin jahat dan penginjilan harus terus dilakukan dengan tujuan menyelamatkan orang dari angkatan yang jahat. Jalan menuju surga melewati penghakiman Tuhan seperti panggilan kereta terakhir. Orang Kristen adalah penumpang kereta menuju Kerajaan Surga yang terus mengajak dan mendorong orang lain turut masuk dalam kereta itu atau jika tidak ditinggalkan. Kita harus bertobat dan tidak main-main dalam hidup. Banyak orang yang berada di gereja belum tentu berada di dalam Kristus. Di dalam gereja belum tentu selamat tetapi di dalam Kristuslah baru kita selamat, seperti Nuh dan keluarganya di dalam bahtera. Ketaatan kita kepada Tuhan dan Firman-Nya sangat penting untuk menjaga kesetiaan kita.

Kita yang berpegang pada pandangan Amilenialisme percaya bahwa kerajaan 1000 tahun sudah berlangsung sejak kedatangan Kristus pertama. Namun, setelah masa ini, Alkitab memperingatkan bahwa Iblis akan dilepaskan, dan kita melihat tanda-tanda tersebut dalam berbagai pemikiran dan keyakinan yang berkembang saat ini. Kita tidak tahu kapan pastinya Iblis sudah dilepas dan kapan, tetapi ketika kita memperhatikan gejala-gejala ini, kemungkinan besar Iblis sudah dilepas dan tinggal tunggu penghakiman Tuhan yang semakin dekat. Apakah Anda mau bertobat dan percaya pada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat? Ikutilah teladan Timotius dan teruslah belajar firman Tuhan. Membaca Alkitab dan mendengarkan khotbah adalah kunci untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *